Lebaran dan Pemaafan
Lebaran baru saja beranjak dari hadapan kita. Yang merayakan telah saling bermaaf-maafan. Yang tidak merayakan pun tak mau ketinggalan untuk ikut bersalam-salaman, mengucapkan minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir bathin.
Kamu memaafkan aku. Aku memaafkan kamu. Semua orang saling memaafkan. Sebuah peristiwa yang menggetarkan jagad. Sesungguhnya inilah kehidupan yang indah. Dunia yang damai dan penuh kebahagiaan.
Liburan baru saja berlalu dari hadapan kita. Yang menikmati liburan di kampung halaman maupun di tempat keramaian, ataupun hanya di rumah saja, semuanya bersiap-siap kembali kepada rutinitas semula.
Anak-anak yang sekolah kembali ke sekolah. Orang dewasa yang ngantor kembali ke kantor, semuanya kembali kepada perannya masing-masing di dunia ini.
Sepanjang tahun, kembali kita akan bercengkerama dengan pekerjaan kita, proyek kita, bisnis kita. Sepanjang tahun, kembali kita bersama orang-orang yang selama ini berada di sekitar kita. Tak tertutup kemungkinan bertemu orang baru di dalam kehidupan kita.
Ada canda dan ada tawa, namun ada juga perselisihan yang akan mewarnai dunia kita, membuat nuansa dunia ini lebih berirama. Dan kita tahu itu sudah biasa.
Semoga kita tidak lupa, kita baru saja bersalaman. Sudah semestinya hawa saling memaafkan terus menyelimuti kita hingga lebaran dan liburan kembali menjemput kita.
Minal Aidin Walfaizin. Mohon Maaf Lahir Bathin.
Popularity: 19% [?]









Leave your response!